Di atas gerbang dan bangunan surgawi
Adalah naungan
Berkalimatkan
"Bismillahirohmaanirrohiim "
Dalam sifat Allah yang Awwal dan Akhir,
Dia letakkan Sifat Rahman dan Rohim
Utama dan pertama.
Di kalangan sufistik disebutkan
Bahwa manusia adalah citra Ar Rahman.
Bagian manakah yang merupakan citra ar Rahman ?
Bagian yang cenderung ingin kebaikan
Bagian yang cenderung ingin kebahagiaan
Bagian yang cenderung ingin kedamaian
Bagian yang cenderung ingin keselamatan
Dari sumber fitrah ini dorongan mewujud,
Gerakkan manusia untuk berkarya dan bertindak
Mencari kebaikan, kebahagiaan,
Kedamaian dan keselamatan.
Bertebaranlah manusia di muka bumi,
Bekerja dan belajar untuk kebutuhan akan kebaikan
Bergerak untuk memenuhi kebutuhan akan keselamatan
Berhubungan untuk memenuhi kebutuhan akan kedamaian
Beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan akan kebahagiaan
Dengan harapan setiap usaha dan ikhtiar
Akan membawa semakin dekat pada apa yang mereka cari.
Demikianlah harapan mereka......
Dan Allah pun menurunkan tuntunanNya
Sebagai wujud " Bismillahirohmaanirrohiim "
Dengan sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Allah turunkan utusan silih berganti
Mengajak dan membimbing
Kembalikan manusia pada fitrah sejati
Berbekalkan sifat pengasih dan penyayang
Upaya merangkai mutiara-mutiara kehidupan dan kejadian diri menjadi untaian bunga rampai kebijaksanaan sebagai sembah dan puja bagi Penguasa Semesta
Selasa, 26 April 2011
Minggu, 24 April 2011
1. Awwaluddin ma'rifatullah
awalnya beragama adalah mengenal Allah.
dengan qur'an sebagai rujukan,
sesuai petunjuk lewat Rasul-Nya
dan ayat-ayat-Nya bertebaran tepat di hadapan,
dari sanalah kita mengenali-Nya.
satu yang utama dan pertama,
setiap surah dalam al qur'an
kecuali At-Taubah pada awalan
bermula dengan kalimat
" Bismillahirohmanirrohim "
dalam tulisan,
dalam kalimat,
dalam lisan,
' Dengan menyebut nama Allah
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang '
kenyataannya
memanglah demikian,
Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang.
artinya apa ?
bahwa dalam penciptaan manusia dan alam ini
Allah mengutamakan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa dalam perjalanan kehidupan manusia ini
Allah kedepankan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas dosa dan kesalahan manusia ini
Allah prioritaskan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas ketakutan dan keputus-asaan manusia
Allah menomor-satukan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas peperangan, kelaparan dan kematian yang dialami manusia
Allah tetap dalam Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
kalau ini tidak kita pahami
dan YAKINI dalam diri kita,
bagaimana kita akan beragama dengan baik?!
dan sudahkah kita ketahui?
dan sudahkah kita kenali?
dan sudahkah kita rasakan?
sebenar-benarnya rasa
sifat Pengasih dan Penyayang Allah ?!
dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
dengan qur'an sebagai rujukan,
sesuai petunjuk lewat Rasul-Nya
dan ayat-ayat-Nya bertebaran tepat di hadapan,
dari sanalah kita mengenali-Nya.
satu yang utama dan pertama,
setiap surah dalam al qur'an
kecuali At-Taubah pada awalan
bermula dengan kalimat
" Bismillahirohmanirrohim "
dalam tulisan,
dalam kalimat,
dalam lisan,
' Dengan menyebut nama Allah
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang '
kenyataannya
memanglah demikian,
Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang.
artinya apa ?
bahwa dalam penciptaan manusia dan alam ini
Allah mengutamakan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa dalam perjalanan kehidupan manusia ini
Allah kedepankan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas dosa dan kesalahan manusia ini
Allah prioritaskan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas ketakutan dan keputus-asaan manusia
Allah menomor-satukan Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
bahwa diatas peperangan, kelaparan dan kematian yang dialami manusia
Allah tetap dalam Sifat Pengasih dan Penyayang-Nya
kalau ini tidak kita pahami
dan YAKINI dalam diri kita,
bagaimana kita akan beragama dengan baik?!
dan sudahkah kita ketahui?
dan sudahkah kita kenali?
dan sudahkah kita rasakan?
sebenar-benarnya rasa
sifat Pengasih dan Penyayang Allah ?!
dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Minggu, 10 April 2011
To die and live in the path of Truth
Die! And be detached to the worldly things
For we shall not put them in our heart
But in our hands, should we place them
And find the presence of Him within
Die! And be oblivious of the outer surrounding
For Great is our praise for His presence
Overpowering yet The Most Subtle that we need to be captured by
And know that our prayer has ascended
Die! And sleep away to the world beyond
For sleeping is as close as we can be to death
To rest in our state of mind and soul
But in our nightmare, how shall we find peace?
Live! And be reborn like a phoenix
For worldly things are but ashes
In comparison to the ever-living soul
Knowing that but only few live it
Live! And be in the present
For being in His court require our presence
So much to learn, ponder and glorify
Leave no room for anything alike
Live! And forever be in His company
For it was from Him had we come to existence
It is to Him shall we return
And in knowing Him, how shall we ever be?
For we shall not put them in our heart
But in our hands, should we place them
And find the presence of Him within
Die! And be oblivious of the outer surrounding
For Great is our praise for His presence
Overpowering yet The Most Subtle that we need to be captured by
And know that our prayer has ascended
Die! And sleep away to the world beyond
For sleeping is as close as we can be to death
To rest in our state of mind and soul
But in our nightmare, how shall we find peace?
Live! And be reborn like a phoenix
For worldly things are but ashes
In comparison to the ever-living soul
Knowing that but only few live it
Live! And be in the present
For being in His court require our presence
So much to learn, ponder and glorify
Leave no room for anything alike
Live! And forever be in His company
For it was from Him had we come to existence
It is to Him shall we return
And in knowing Him, how shall we ever be?
Langganan:
Postingan (Atom)